Media Bina Iman Katolik
YESAYA
(YESus SAyang saYA)
yesaya.indocell.net


Edisi Februari 2012




"Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau."

(Yesaya 43:1,4)




SELAMAT DATANG di situs YESAYA (YESus SAyang saYA)!

MISI YESAYA:
mewartakan iman Katolik yang benar, yang selaras dengan ajaran Magisterium Gereja, agar umat Katolik semakin tahu dan paham apa yang diyakininya, dan dihantar untuk semakin mencintai imannya; bangga menjadi seorang Katolik!

IJIN RESMI:
Bahan-bahan utama dalam situs ini diterjemahkan dengan ijin resmi dari sumber-sumber berikut:
1. Straight Answers by Father William P. Saunders; translated by permission of Michael Flach - Editor, The Arlington Catholic Herald; www.catholicherald.com
2. Saint a Day, by Sr. Susan H. Wallace, FSP, Copyright © 1999, Daughters of St. Paul. Used by permission of Pauline Books & Media, 50 St. Paul's Avenue, Boston, MA 02130.
3. Father Peffley's Web Site; translated by permission of Father Francis J. Peffley;  www.transporter.com/fatherpeffley
4. Bread on the Waters; translated by permission of Father Victor Hoagland; www.cptryon.org
5. Catholic1 Publishing Company; translated by permission of (late) Father Richard Lonsdale
6. Catholic Radio Dramas; translated by permission of Patrick G. O'Neill - Director, Catholic Radio Dramas; www.catholicradiodramas.com
7. Catholic Tradition; translated by permission of Pauly Fongemie; www.catholictradition.org
8. Catholic Spiritual Direction; translated by permission of Joe Koz; www.jesus-passion.com
9. Catholic Information Network (CIN); translated by permission of Maryanne - webmaster; www.cin.org
10. Sacred Heart Organization Israel; translated by permission of Marianne; http://my.homewithgod.com/israel
11. Catholic Spiritual Direction by Father John Bartunek, LC, ThD and Dan Burke; translated by permission of Dan Burke; www.rcspiritualdirection.com/blog

IKUT SERTA MENYEBARLUASKAN ARTIKEL:
1. Dipersilakan mengutip / menyebarluaskan artikel-artikel yang ada di situs YESAYA dengan ketentuan:
a. tidak mengubah apapun dalam artikel
b. menyebutkan sumber asli dan terjemahan oleh YESAYA: yesaya.indocell.net
c. untuk tujuan pewartaan non-komersiil
2. Untuk keperluan di luar ketentuan di atas, silakan kontak webmaster: yesaya@indocell.net
3. Pelanggaran point 1 & 2 di luar tanggung-jawab YESAYA. Apabila pembaca mengetahui adanya pelanggaran, mohon kesediaannya untuk menginformasikan kepada Yesaya.

PEMBIMBING ROHANI:

INFO YESAYA:




KALENDER LITURGI: FEBRUARI 2012
MINGGU
SENIN
SELASA
RABU
KAMIS
JUMAT
SABTU
1



2 Sam 24:2,9-17
Mrk 6:1-6
2
Mal 3:1-4 atau
Ibr 2:14-18
Luk 2:22-40 atau 2:22-32
3




Sir 47:2-11
Mrk 6:14-29
4



1 Raj 3:4-13
Mrk 6:30-34
5
HM Biasa V

Ayb 7:1-4,6-7
1 Kor 9:16-19,22-23; Mrk 1:29-39
6


1 Raj 8:1-7,9-13
Mrk 6:53-56
7

1 Raj 8:22-23,27-30; Mrk 7:1-13
8

1 Raj 10:1-10
Mrk 7:14-23
9


1 Raj 11:4-13
Mrk 7:24-30
10

1 Raj 11:29-32,12:19
Mrk 7:31-37
11
1 Raj 12;26-32;13:33-34
Mrk 8:1-10
12
HM Biasa VI

Im 13:1-2,44-46
1Kor 10:31-11:1
Mrk 1:40-45
13

Yak 1:1-11
Mrk 8:11-13
14

Yak 1:12-18
Mrk 8:14-21
15

Yak 1:19-27
Mrk 8:22-26
16


Yak 2:1-9
Mrk 8:27-33
17

Yak 2:14-24,26
Mrk 8:34-9:1
18


Yak 3:1-10
Mrk 9:2-13
19
HM Biasa VII
Yes 43:18-19,21-22,24b-25
2 Kor 1:18-22
Mrk 2:1-12
20


Yak 3:13-18
Mrk 9:14-29
21

Yak 4:1-10
Mrk 9:30-37
22

Yl 2:12-18
2 Kor 5:20-6:2
Mat 6:1-6,16-18
23


Ul 30:15-20
Luk 9:22-25
24

Yes 58:1-9a
Mat 9:14-15
25

Yes 58:9b-14
Luk 5:27-32
26
HM Prapaskah I

Kej 9:8-15
1 Ptr 3:18-22
Mrk 1:12-15
27

Im 19:1-2,11-18
Mat 25:31-46
28

Yes 55:10-11
Mat 6:7-15
29



Yun 3:1-10
Luk 11:29-32
1
S. Felix

Est 4:10a,10c-12,17-19
Mat 7:7-12
2
B. Charles yang Baik

Yeh 18:21-28
Mat 5:20-26
3
B. Katharina Drexel

Ul 26:16-19
Mat 5:43-48





KEPENGANTARAAN BUNDA MARIA
oleh: St. Maximilianus Maria Kolbe


"Ada dua macam kepengantaraan. Pertama adalah orang menerima sesuatu dari yang lain, tetapi untuk suatu tujuan tertentu; jadi ia yang menerima pemberian itu bukanlah pemilik, melainkan wajib menggunakan pemberian tersebut sedemikian rupa seperti yang telah disampaikan kepadanya; sementara itu adalah orang yang menerima pemberian yang sama namun untuk dijadikan hak milik eksklusifnya dan dengan demikian berhak untuk berbuat atasnya sebagaimana ia kehendaki.

Bunda Maria ada dalam kategori kedua, yang telah menerima rahmat dengan cara demikian dari Allah. Ia bukan seperti seorang tukang pos. Ia tidak menerima rahmat-rahmat dari Allah untuk suatu tujuan yang telah ditetapkan, sehingga ia dapat mempergunakannya dengan suatu atau lain cara. Perawan Tak Bercela menerima berlimpah rahmat dari Allah sebagai hak milik eksklusifnya sendiri dan ia membagi-bagikannya kepada kita sebagaimana dikehendakinya, kepada siapa yang dikehendakinya, dan sebab dikehendakinya, karena rahmat ini adalah miliknya sendiri. Di sini, akhirnya, dapat kita lihat betapa kudus dan agung Allah telah menjadikan Bunda-Nya Tersuci, dan betapa patut kita menghormatinya."





"Setiap rahmat yang dianugerahkan kepada manusia memiliki tiga urutan langkah: oleh Allah rahmat disampaikan kepada Kristus, dari Kristus disampaikan kepada Santa Perawan, dan dari Santa Perawan rahmat turun atas kita."

~ St Bernardine dari Siena




MEDIATRIX = PERANTARAAN MARIA
dikutip dari: Redemptoris Mater, Paus Yohanes Paulus II

Di Kana di Galilea dilihatkan juga hanya satu segi konkrit kebutuhan manusia, satu kejadian dan tampaknya tidak begitu penting ("anggurnya habis"). Namun hal itu memiliki arti simbolik: datang untuk menolong kebutuhan manusia, artinya, pada saat yang sama, membawa kebutuhan tersebut ke dalam lingkup tugas Kristus sebagai Messias dan kekuatan penyelamatan-Nya. Jadi, dalam hal itu ada suatu kepengantaraan: Maria menempatkan diri antara Putranya dan umat manusia dalam situasi kekurangan, kebutuhan, dan derita mereka. Dia menempatkan diri "di tengah-tengah", yaitu dia berlaku sebagai PERANTARA, tidak sebagai orang luar, melainkan dalam kedudukannya sebagai seorang ibu. Maria sadar, bahwa sebagai ibu, dia dapat menyampaikan kepada Sang Putra kebutuhan manusia, dan bahkan dia "berhak" untuk berbuat demikian. Bahwa Maria berdiri di tengah antara Kristus dan manusia dan dengan demikian mengandung sifat sebagai pengantara: Maria "menjadi perantara" bagi manusia. Dan itu belum semuanya: Sebagai seorang ibu ia juga menginginkan agar kekuasaan Putranya sebagai Messias dinyatakan, yaitu kuasa penyelamatan-Nya, yang dimaksudkan untuk menolong manusia dalam kemalangannya, membebaskannya dari yang jahat, yang dalam berbagai bentuk dan taraf membebani hidup manusia…

Unsur hakiki lainnya dalam tugas Maria sebagai ibu terungkap dalam kata-katanya kepada para pelayan: "Lakukan apa yang dikatakan-Nya kepada kalian." Bunda Kristus menampilkan diri di hadapan orang-orang sebagai juru bicara kehendak Putranya, dengan menjelaskan hal-hal yang perlu dilakukan supaya kuasa penyelamatan Messias dapat diwahyukan. Di Kana, berkat perantaraan Maria dan ketaatan para pelayan, Yesus  mulai dengan "saatnya". Di Kana Maria menunjukkan kepercayaannya kepada Yesus: iman Maria menyebabkan tertampilkannya "tanda" pertama Yesus dan membantu membangkitkan iman para murid.

Karena itu kita dapat mengatakan bahwa dalam kutipan Injil Yohanes ini kita menemukan sekaligus pemancaran pertama kebenaran mengenai keprihatinan Maria. Sebagai seorang ibu kebenaran ini juga terungkap dalam ajaran Konsili Vatikan II. Perlu diperhatikan bagaimana Konsili menggambarkan peran Maria sebagai ibu dalam kaitannya dengan kepengantaraan Kristus. Demikian kita membaca: "Fungsi Maria sebagai ibu terhadap umat manusia tidak akan menutupi atau mengurangi kepengantaraan Kristus yang unik melainkan malahan menunjukkan keberhasilannya", "Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus" (1 Tim 2:5). Peran ibu Maria itu mengalir, sejalan dengan kebaikan Allah, "dari kelimpahan jasa-jasa Kristus; hal itu berlandaskan kepengantaraan-Nya, dan tergantung daripada-Nya sama sekali, dan mendapatkan semua daya gunanya dari situ. Memang dalam arti inilah peristiwa di Kana di Galilea menyajikan kepada kita semacam pemakluman pertama kepengantaraan Maria, yang seluruhnya terarah kepada Kristus dan bertujuan mewahyukan kuasa penyelamatan-Nya.


 SP Maria Mediatrix oleh P. William P. Saunders
 SP Maria Mediatrix Kita oleh P. Gabriel dari St. Maria Magdalena, O.C.D.





"Gereja mengajar kita untuk berseru kepada Maria sebagai Mediatrix segala rahmat. Gelar ini meringkas peran Santa Perawan bagi kita dalam hubungan kita dengan Putranya terkasih: Mediatrix rahmat, belas-kasihan, bendahara dari segala rahmat yang Yesus perolehkan bagi kita. "Dengan communio [= persatuan akrab mesra] dalam sengsara dan dalam kehendak antara Kristus dan Maria, ia pantas menjadi penyalur segala kebaikan yang Yesus perolehkan bagi kita dengan mencurahkan Darah-Nya."

 ~ Paus St Pius X





DOA KEPADA SANTA PERAWAN MARIA MEDIATRIX
oleh: St Bernardus

Ya Maria, Allah telah memberimu kelimpahan dari segala kebajikan-Nya, guna menunjukkan kepada kami bahwa segala harapan, segala rahmat, segala keselamatan datang dari kelimpahanmu. Oleh sebab itu, ya Maria, engkau yang telah beroleh rahmat dan memberikan hidup kepada kami, kiranya melalui engkau kami dapat menghampiri Putra Ilahimu, ya Bunda Keselamatan!


Kiranya melalui engkau kami dapat menerima Dia yang telah diberikan kepada kami melalui engkau. Kiranya kemurnianmu yang tanpa cela memperolehkan pengampunan di hadapan mata-Nya dosa-dosa dari kejahatan kami. Kiranya kerendahan hatimu, yang begitu menyukakan Allah, memperolehkan pengampunan atas kesombongan kami! Kiranya kasih sayangmu yang tak terhingga menutupi banyaknya dosa-dosa kami, dan kiranya daya gunamu yang mulia menjadikan perbuatan-perbuatan baik kami berbuah limpah!  

Ya Bunda, Mediatrix kami dan Advocata kami, perdamaikanlah kami dengan Putramu, belalah kami di hadapan Putramu, hantarkanlah kami kepada Putramu! Engkau terberkati oleh rahmat yang engkau peroleh, oleh hak-hak istimewa yang engkau dapatkan, oleh kerahiman yang engkau bawa ke dalam dunia. Perolehkanlah bagi kami agar kiranya Yesus, yang melalui engkau berkenan ambil bagian dalam kelemahan dan kemalangan kami, menganugerahi kami juga, melalui engkau, keikutsertaan dalam kemuliaan-Nya dan dalam kebahagiaan-Nya. Amin.





"Santa Perawan Maria, sang Tota Pulchra, Perawan Tersuci, yang mengandung dalam rahimnya Penebus Umat Manusia dan yang dilindungi dari segala dosa asal, rindu menjadi tanda definitif perjumpaan kita dengan Allah, Juruselamat kita. Tiada barang satu buah rahmat pun dalam sejarah keselamatan yang tidak melalui kepengantaraan Bunda Maria… Marilah mengucap syukur kepada Allah Bapa, Allah Putra, Allah Roh Kudus, dari Siapa, melalui perantaraan Perawan Maria, segala rahmat surgawi turun atas kita."  

~ Paus Benediktus XVI




MARIA, MEDIATRIX KITA
dikutip dari: "Kemuliaan Maria", St Alfonsus de Liguori

Tak seorang pun menyangkal bahwa Yesus Kristus adalah satu-satunya pengantara keadilan, dan bahwa Ia dengan jasa-jasa-Nya telah memperolehkan rekonsiliasi kita dengan Allah. Tetapi, di lain pihak, adalah kurang iman bersikukuh bahwa Allah tak berkenan menganugerahkan rahmat-rahmat melalui perantaraan para kudus-Nya, dan terlebih istimewa melalui Maria BundaNya, yang betapa Yesus inginkan dikasihi dan dihormati oleh semua orang. Siapakah yang dapat beranggapan bahwa hormat yang disampaikan kepada seorang ibunda tidak menggandakan kehormatan putera? "Kehormatan anak-anak ialah nenek moyang mereka" (Amsal 17:6). St Bernardus mengatakan, "Janganlah beranggapan bahwa kita menyuramkan kemuliaan Putra dengan limpahan pujian yang kita sampaikan kepada Bunda; sebab semakin Bunda dihormati, semakin Putra dimuliakan." "Tak dapat diragukan," katanya, "bahwa apapun yang kita sampaikan sebagai pujian kepada Bunda sama dengan pujian kepada Putra." Dan St Ildephonsus juga mengatakan, "Bahwa apa yang diberikan kepada Bunda berdampak kepada Putra; hormat yang disampaikan kepada Ratu adalah hormat yang disampaikan kepada Raja." Tak dapat diragukan bahwa dengan jasa-jasa Yesus, Maria dijadikan Mediatrix keselamatan kita; bukan sungguh seorang Mediatrix Keadilan, melainkan mediatrix rahmat dan perantara; sebagaimana St Bonaventura secara istimewa menyebutnya "Maria, mediatrix keselamatan kita yang paling setia." Dan St Laurentius Yustinianus bertanya, "Bagaimanakah ia dapat tidak penuh rahmat, ia yang telah dijadikan tangga menuju firdaus, gerbang surga, mediatrix paling sejati antara Allah dan manusia?"

Karenanya Suarez yang terpelajar dengan tepat mengatakan bahwa jika kita memohon Bunda Maria untuk memperolehkan bagi kita suatu permohonan, itu bukan karena kita tidak percaya akan kerahiman ilahi, melainkan karena kita takut akan ketidakpantasan kita sendiri dan akan tiadanya diposisi batin yang layak; dan kita mempercayakan diri kita pada Maria, agar martabatnya dapat mengisi kehinaan kita. Ia mengatakan bahwa kita memohon kepada Maria "agar martabat perantara dapat mengisi kemalangan kita. Dengan demikian, memohon pertolongan Santa Perawan Tersuci bukanlah ketidakpercayaan pada kerahiman ilahi, melainkan ketakutan akan ketidaklayakan diri sendiri."  

... St Sofronius, dalam sebuah khotbah mengenai Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, yang diterbitkan bersama karya St Hieronimus, mengatakan, "bahwa kelimpahan rahmat yang ada dalam Yesus Kristus dimiliki Maria, meski dalam suatu cara yang berbeda"; artinya bahwa Tuhan kita, seperti dalam kepala, darimana roh-roh utama (yakni, pertolongan ilahi untuk memperoleh keselamatan abadi) mengalir ke dalam kita, yang adalah anggota-anggota tubuh mistik-Nya; dan bahwa kelimpahan yang sama ada dalam Maria, seperti dalam leher, melalui mana roh-roh utama ini disampaikan kepada anggota-anggotanya. Gagasan yang sama ditegaskan oleh St Bernardine dari Sienna yang menerangkannya dengan lebih jelas, mengatakan "bahwa segala rahmat hidup rohani yang turun dari Kristus, Kepala mereka, kepada umat beriman, yang adalah tubuh mistik-Nya, disampaikan melalui Maria." St Bernardine berupaya memberikan alasan untuk ini ketika ia mengatakan, "bahwa sebagaimana Allah berkenan tinggal dalam rahim Perawan Tersuci ini, ia mendapatkan, demikian dapat dikatakan, semacam wewenang atas segala rahmat; sebab ketika Yesus Kristus lahir dari rahimnya yang tersuci, segala aliran rahmat ilahi mengalir darinya bagai dari suatu samudera surgawi." Di tempat lain, mengulang gagasan yang sama dalam istilah yang lebih jelas, ia menyatakan bahwa "sejak dari saat Bunda Perawan ini mengandung Sabda Allah dalam rahimnya, ia mendapatkan suatu wewenang istimewa, demikian dapat dikatakan, atas segala karunia Roh Kudus, hingga sejak itu tak ada satu makhluk pun menerima rahmat dari Allah selain melalui tangan-tangan Maria."

Selengkapnya silakan baca:


Maria, Mediatrix Kita


oleh:
St. Alfonsus de Liguori, Pujangga Gereja






"Segenap para kudus memiliki devosi mendalam kepada Bunda Maria: tiada rahmat turun dari surga tanpa melalui tangan-tangannya. Kita tak dapat masuk ke dalam sebuah rumah tanpa berbicara kepada sang penjaga pintu. Baik, Santa Perawan adalah penjaga pintu surga."

~ St Yohanes Vianney




ST PADRE PIO DAN BUNDA MARIA

Ketika suatu hari ditanyakan kepada Padre Pio warisan apakah yang akan ia tinggalkan bagi anak-anak rohaninya, ia segera menjawab, "Rosario." Berapa banyak rosario yang ia daraskan setiap hari? Ia menjawab tigapuluh lima rosario penuh. Takjub akan angka yang tampaknya mustahil ini, orang bertanya bagaimana ia dapat mendaraskan sebegitu banyak dalam sehari. Padre Pio menjawab: "Bagaimana engkau dapat tidak mendaraskannya sebanyak itu?"

Padre Eusebio, rekan terkasihnya bertanya: "Apakah Bunda Maria pernah menampakkan diri kepadamu, dan apakah engkau melihatnya?" Padre Pio menjawab: "Bunda Maria datang kepadaku kapanpun aku membutuhkannya." Seorang imam biarawan lain bertanya: "Apakah Bunda Maria pernah datang ke kamar Padre?" Dan ia menjawab: "Mengapa tidak bertanya sebaliknya, 'apakah ia pernah meninggalkan kamarku?'" Kepada rekan-rekan imam ketika mereka bertanya mengenai Bunda Maria dan apakah Bunda Maria bersamanya pada waktu Misa, Padre Pio kerap mengatakan: "Bunda Maria menyertaiku ke altar dan tinggal di sampingku sementara aku mempersembahkan Misa Kudus."

Giuseppa Forgione, ibunda Padre Pio, mengasihi Maria seperti puteranya. Ketika Francesco meninggalkan rumah menuju seminari pada tahun 1902, ibunya menghadiahinya sebuah pigura besar dengan lukisan indah Bunda Maria bergelar "Bunda Kemurnian". Hadiah dari ibunya ini selalu bersama Padre Pio. Ia menggantungkan lukisan ini di kaki tempat tidurnya supaya ia dapat memandangi Madonna yang menawan sementara ia mendaraskan rosario sebelum tidur. Para peziarah yang mengunjungi Biara akan melihat dalam kamar tidur Padre Pio, Bilik #1, lukisan "Bunda Kemurnian" ini masih tergantung di kaki tempat tidurnya hingga kini.

Padre Pio mengatakan: "Sebagian orang begitu bodoh hingga mereka pikir mereka dapat melalui hidup tanpa pertolongan Bunda Maria." Kepada mereka yang datang untuk berterima kasih sebab permohonan mereka dikabulkan, Padre Pio mengatakan:

"Segala ucapan syukur harus diberikan kepada Bunda Maria sebab ia adalah Mediatrix segala rahmat."




Salam Maria





“Saya ingin mengajak umat Kristiani dengan percaya diri, dan dengan kreativitas yang terbina dan bertanggungjawab, bergabung dalam jejaring hubungan yang dimungkinkan oleh jaman digital. Hal ini bukan saja untuk memuaskan keinginan untuk hadir, tetapi karena jejaring ini merupakan bagian utuh dari hidup manusia. Internet memberikan sumbangsih bagi perkembangan cakrawala intelektual dan spiritual yang lebih kompleks, bentuk-bentuk baru kesadaran berbagi. Di dalam wilayah ini juga kita dipanggil untuk memaklumkan iman kita bahwa Kristus adalah Allah, Penyelamat umat manusia dan Penyelamat sejarah, yang di dalam-Nya segala sesuatu memperoleh kepenuhannya (bdk. Efesus 1:10).”
~ Paus Benediktus XVI, Hari Komunikasi Sedunia ke-45, Juni 2011
Wadah bagi para pembaca setia Yesaya untuk saling bertegur sapa, saling sharing, bertukar pikiran, agar masing-masing diteguhkan dan dikuatkan dalam iman dan persaudaraan sejati.




Para Martir Nagasaki
St. Skolastika


6 Februari
10 Februari
14 Februari
22 Februari




Yang Baru:
 St Mechtildis dari Helfta
 Percakapan Jiwa dengan Dia


Yang Tetap:
 EDISI YESAYA SEBELUMNYA
 ALLAH TRITUNGGAL MAHAKUDUS
 GEREJA KATOLIK (Hierarki, Magisterium, …)
 SAKRAMEN & SAKRAMENTALI
 SAKRAMEN EKARISTI (Perayaan Ekaristi, Komuni Kudus, Adorasi, Mukjizat, Kesaksian …)
 KITAB SUCI, KEUTAMAAN, SPIRITUALITAS & KOMUNITAS KRISTIANI
 MASA ADVEN & NATAL
 MASA PRAPASKAH & PASKAH
MENGUNJUNGI GEREJA KATOLIK (Tempat Ibadat, Perangkat Liturgis,…)
 SERBA-SERBI IMAN KATOLIK
 DOA & DEVOSI (Macam2 Doa, Devosi, Meditasi, …)
 BUNDA MARIA (Dogma, Devosi, Penampakan, …)
 ST YOSEF, PARA MALAIKAT & PARA KUDUS
 RIWAYAT SANTA & SANTO
 ZIARAH IMAN BERSAMA PARA KUDUS
 HIDUP MANUSIA (Keluarga, Feminisme, Seksualitas, Kontrasepsi, Aborsi, Eutanasia, Kematian, …)
 KEHIDUPAN SESUDAH MATI (Api Penyucian, Surga, Neraka, …)
 KATEKESE (mengenai berbagai topik)
 SUARA GEMBALA
 ANDA BERTANYA, KAMI MENJAWAB
 TANYA JAWAB IMAN KATOLIK
 YANG MENARIK & YANG LUCU


 Yesus Kekasih Ekaristik Kita
 Devosi Kerahiman Ilahi
Yesus Kristus Sahabat Dalam Sakit
 Kesaksian Yesus dan Maria ~ Catalina (Katya) Rivas
 Kisah Hidup Yesus Kristus dan BundaNya oleh B. Anna Katharina Emmerick
 Dukacita Sengsara Tuhan Kita Yesus Kristus oleh B. Anna Katharina Emmerick
 Tujuh Duka Santa Perawan Maria oleh St. Alfonsus Maria de Liguori    
 Anjuran Apostolik "Redemptoris Custos" oleh Paus Yohanes Paulus II  



Belum menemukan informasi yang Anda butuhkan? Silakan pergunakan fasilitas Google Search untuk mempermudah pencarian dengan mengetikkan kata kunci, misalnya “perpuluhan”.





Kontak Webmaster : yesaya@indocell.net






Website Media Bina Iman Katolik YESAYA
Sejak November 2000
Last updated : Februari 2012