Media Bina Iman Katolik
YESAYA
(YESus SAyang saYA)
yesaya.indocell.net


Edisi Oktober 2017




"Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau."

(Yesaya 43:1,4)




SELAMAT DATANG di situs YESAYA (YESus SAyang saYA)!

MISI YESAYA:
mewartakan iman Katolik yang benar, yang selaras dengan ajaran Magisterium Gereja, agar umat Katolik semakin tahu dan paham apa yang diyakininya, dan dihantar untuk semakin mencintai imannya; bangga menjadi seorang Katolik!

IJIN RESMI:
Bahan-bahan utama dalam situs ini diterjemahkan dengan ijin resmi dari sumber-sumber berikut:
1.   Straight Answers by Father William P. Saunders; translated by permission of Michael Flach - Editor, The Arlington Catholic Herald; www.catholicherald.com
2.   Saint a Day, by Sr. Susan H. Wallace, FSP, Copyright © 1999, Daughters of St. Paul. Used by permission of Pauline Books & Media, 50 St. Paul's Avenue, Boston, MA 02130.
3.   Father Peffley's Web Site; translated by permission of Father Francis J. Peffley;  www.fatherpeffley.org
4.   Bread on the Waters; translated by permission of Father Victor Hoagland; www.cptryon.org
5.   Catholic1 Publishing Company; translated by permission of (late) Father Richard Lonsdale
6.   Catholic Radio Dramas; translated by permission of Patrick G. O'Neill - Director, Catholic Radio Dramas; www.catholicradiodramas.com
7.   Catholic Tradition; translated by permission of Pauly Fongemie; www.catholictradition.org
8.   Catholic Spiritual Direction; translated by permission of Joe Koz; www.jesus-passion.com
9.   Catholic Information Network (CIN); translated by permission of Maryanne; www.cin.org
10. Sacred Heart Organization Israel; translated by permission of Marianne; http://my.homewithgod.com/israel
11. Catholic Spiritual Direction by Father John Bartunek, LC, ThD and Dan Burke; translated by permission of Dan Burke; www.rcspiritualdirection.com/blog
12. Miracles of the Church, Mystics of the Church, Miracles of the Saints, St Paul of the Cross, St Gemma Galgani; translated by permission of Glenn Dallaire; www.miraclesofthechurch.com; www.mysticsofthechurch.com; www.miraclesofthesaints.com; www.saintpaulofthecross.com; www.stgemmagalgani.com
13. Testimony of Catalina (Katya) Rivas, translated by permission of Robert Hughes; Love and Mercy Publications; www.LoveAndMercy.org
14. Works of Maria Valtorta, translated by permission of L. Venditti; Fondazione Maria Valtorta CEV onlus, Italy, through Centro Editoriale Valtortiano srl; http://fondazionemariavaltortacev.org and http://www.mariavaltorta.com/index.php/eng/  


IKUT SERTA MENYEBARLUASKAN ARTIKEL:
1. Dipersilakan mengutip / menyebarluaskan artikel-artikel yang ada di situs YESAYA dengan ketentuan:
a. tidak mengubah apapun dalam artikel
b. menyebutkan sumber asli dan terjemahan oleh YESAYA: yesaya.indocell.net
c. untuk tujuan pewartaan non-komersiil
2. Untuk keperluan di luar ketentuan di atas, silakan kontak webmaster: yesaya@indocell.net
3. Pelanggaran point 1 & 2 di luar tanggung-jawab YESAYA. Apabila pembaca mengetahui adanya pelanggaran, mohon kesediaannya untuk menginformasikan kepada Yesaya.

PEMBIMBING ROHANI:

INFO YESAYA:




KALENDER LITURGI: OKTOBER 2017

Renungan Harian berdasarkan kutipan para paus dan para orang kudus:

MINGGU
SENIN
SELASA
RABU
KAMIS
JUMAT
SABTU
1
HM Biasa XXVI

Yeh. 18:25-28
Flp. 2:1-11 (Flp. 2:1-5)
Mat. 21:28-32
2


Kel. 23:20-23a
Mat. 18:1-5,10
3


Za. 8:20-23
Luk. 9:51-56
4


Neh. 2:1-8
Luk. 9:57-62
5


Neh. 8:1- 4a,5-6,7b-12; Luk. 10:1-12
6

Bar. 1:15-22
 Luk. 10:13-16
7


Bar. 4:5-12,27-29
Luk. 10:17-24
8
HM Biasa XXVII

Yes. 5:1-7
Flp. 4:6-9
Mat. 21:33-43
9

Yun. 1:1-17;2:10
Luk. 10:25-37
10

Yun. 3:1-10
Luk. 10:38-42
11


Yun. 4:1-11
Luk. 11:1-4
12

Mal. 3:13-4:2a
 Luk. 11:5-13
13


Yl. 1:13-15;2:1-2
Luk. 11:15-26
14


Yl. 3:12-21
 Luk. 11:27-28
15
HM Biasa XXVIII


Yes. 25:6-10a
Flp. 4:12-14,19-20
 Mat. 22:1-14
16




Rm. 1:1-7
 Luk. 11:29-32
17


Rm. 1:16-25
Luk. 11:37-41
18



2Tim. 4:10-17b
Luk. 10:1-9
19

Rm. 3:21-30
 Luk. 11:47-54
20




Rm. 4:1-8
Luk. 12:1-7
21



Rm. 4:13,16-18
Luk. 12:8-12
22
HM Biasa XXIX


Yes. 45:1,4-6
1Tes. 1:1-5b
Mat. 22:15-21
23


Rm. 4:20-25
Luk. 12: 13-21
24

Rm. 5:12,15b,17-19,20b-21
Luk. 12:35-38
25



Rm. 6:12-18
 Luk. 12:39-48
26



Rm. 6:19-23
Luk. 12:49-53
27


Rm. 7:18-25a
Luk. 12:54-59
28


Ef. 2:19-22
Luk. 6:12-19
29
HM Biasa XXX


Kel. 22:21-27
1Tes. 1:5c-10
Mat. 22:34-40
30




Rm. 8:12-17
 Luk. 13:10-17
31

Rm. 8:18-25
Luk. 13:18-21
1

Why. 7:2-4,9-141Yoh. 3:1-3
Mat. 5:1-12a
2

2Mak. 12:43-46
1Kor. 15:12-34
 Yoh. 6:37-40
3


Rm. 9:1-5
Luk. 14:1-6
4

Rm. 11:1-2a,11-12,25-29
 Luk. 14:1,7-11





KUNCI PERSATUAN DENGAN ALLAH
dikutip dari: Injil Sebagaimana Diwahyukan Kepadaku, Jilid 3

Hari sesudah Yesus menggagalkan niat para penyamun untuk merampok. "Guru, katakanlah padaku. Sejak kemarin aku ingin menanyakannya pada-Mu. Apakah sabda-Mu atau kehendak-Mu yang mencegah semuanya itu terjadi?" tanya Yakobus Zebedeus.   

Yesus tersenyum dan diam.

Matius menjawab: "Aku pikir bahwa adalah kehendak-Nya untuk mengatasi kekerasan hati mereka, yang nyaris dilumpuhkan-Nya agar dapat berbicara dan menyelamatkan mereka."

"Aku akan berkata begitu juga. Itulah sebabnya mengapa Ia tinggal di sana sendirian, menatap ke arah hutan. Dia menaklukkan mereka dengan tatapan-Nya, melalui sarana ketenangan-Nya yang tanpa senjata dan kepercayaan-Nya terhadap mereka. Ia bahkan tidak membawa tongkat di tangan-Nya!..." kata Andreas.

"Baik. Itu apa yang kita katakan. Itu apa yang kita pikirkan. Tapi aku ingin mendengarnya dari Guru," kata Petrus.

Terjadi suatu diskusi yang hidup, di mana Yesus tidak ikut campur. Sebagian mengatakan bahwa karena Yesus telah menyatakan bahwa Ia tidak memaksa seorang pun, maka Ia juga tidak menggunakan paksaan dalam kasus para penyamun. Itu apa yang dikatakan Bartolomeus. Sebaliknya Iskariot, dengan sedikit dukungan dari Tomas, mengatakan bahwa dia tidak dapat percaya bahwa tatapan seseorang dapat melakukan begitu banyak. Matius menjawab geram: 'Ya dapat melakukan itu dan jauh lebih banyak lagi. Aku dipertobatkan oleh tatapan-Nya bahkan sebelum Ia berbicara kepadaku." Pendapat yang bertentangan itu membangkitkan suatu diskusi yang sengit, sebab masing-masing dengan gigih mempertahankan pendapatnya. Yohanes, seperti Yesus, diam dan dia tersenyum sementara menundukkan kepalanya guna menyembunyikan senyumnya. Petrus membuat diskusi sengit kembali sebab tak ada satu pun argumen dari rekan-rekannya yang dapat meyakinkannya. Dia berpikir dan mengatakan bahwa tatapan Yesus berbeda dari tatapan seorang manusia biasa, dan dia ingin tahu apakah itu karena Ia adalah Yesus, sang Mesias, atau karena Ia adalah selalu Allah.

Yesus berkata: "Dengan sungguh-sungguh Aku katakan kepada kalian bahwa bukan hanya Aku, melainkan siapa pun yang bersatu dengan Allah melalui sarana kekudusan yang tanpa cela, kemurnian dan iman akan dapat melakukan itu dan lebih banyak lagi. Tatapan seorang kanak-kanak, jika rohnya bersatu dengan Allah, dapat mengakibatkan bait-bait kesia-siaan runtuh, tanpa harus mengguncangkannya seperti yang dilakukan Simson, dia dapat memerintahkan binatang buas dan manusia-binatang menjadi lemah-lembut, dia dapat menghalau maut dan menaklukkan penyakit-penyakit roh, dan perkataan seorang kanak-kanak, yang bersatu dengan Allah dan yang adalah alat Allah, dapat juga menyembuhkan penyakit-penyakit, memunahkan racun ular, mengerjakan segala macam mukjizat. Sebab adalah Allah Yang berkerja dalam dia."

"Ah! Aku mengerti!" kata Petrus. Dan Ia menatap pada Yohanes. Dan sesudah suatu percakapan batin yang panjang dengan dirinya sendiri, dia menyimpulkan dengan suara lantang: "Ya! Engkau, Guru, dapat melakukan itu, sebab Engkau adalah Allah, dan sebab Engkau adalah Manusia yang bersatu dengan Allah. Dan yang sama berlaku bagi mereka yang pergi sebegitu jauh, atau sudah pergi sebegitu jauh untuk bersatu dengan Allah. Aku mengerti! Aku sungguh mengerti!"

"Tetapi tidakkah kau bertanya mengenai kunci ke persatuan itu, atau mengenai rahasia dari kuasa itu? Tidak semua orang berhasil dalam pergi sebegitu jauh, meski mereka semua punya sarana-sarana yang sama untuk berhasil."

"Tepat sekali! Di manakah kunci ke kekuatan itu yang mempersatuan manusia dengan Allah dan menguasai masalah? Suatu doa atau perkataan rahasia…"

"Beberapa saat yang lalu Yudas anak Simon menyalahkan si kambing jantan atas segala insiden tidak menyenangkan yang terjadi atas kita. Tidak ada mantra yang berkaitan dengan binatang. Tolak segala takhayul, yang adalah juga suatu bentuk dari penyembahan berhala dan dapat menyebabkan kemalangan. Dan sebagaimana tidak ada rumusan untuk mengerjakan sihir, demikian pula tidak ada perkataan rahasia untuk mengerjakan mukjizat. Hanya ada kasih. Seperti Aku katakan kemarin malam, kasih menenangkan kekerasan dan memuaskan ketamakan. Kasih: Allah. Dengan Allah dalam dirimu, yang sepenuhnya dirasuki melalui kasih sempurna, matamu akan menjadi api yang dapat membakar setiap berhala dan merobohkan simulacra [= gambar, patung] mereka, dan perkataanmu akan menjadi kuasa. Dan matamu akan menjadi suatu senjata yang melucuti. Kamu tidak dapat melawan Allah, kamu tidak dapat melawan Kasih. Hanya setan yang dapat melawannya, sebab setan adalah Kebencian sempurna, dan anak-anaknya dapat melawan bersamanya. Sementara yang lain, orang-orang lemah yang dikuasai hawa nafsu, tetapi yang belum menjual diri mereka sendiri secara sukarela kepada setan, tidak dapat melawan. Entah apapun agama mereka, atau keacuhan mereka terhadap iman apapun, bagaimana pun tingkat kerendahan rohani mereka, mereka ditaklukkan oleh Kasih, Pemenang agung. Berupayalah untuk tiba di sana segera, dan kalian akan melakukan apa yang dilakukan anak-anak Allah dan para pembawa Allah."

Petrus tidak mengalihkan matanya dari Yohanes; juga anak-anak Alfeus, Yakobus dan Andreas bersemangat dan waspada.

"Baiklah, jadi Tuhan-ku," kata Yakobus Zebedeus, "apakah yang telah terjadi pada saudaraku? Engkau berbicara mengenainya. Dia adalah bocah yang mengerjakan mukjizat-mukjizat! Betul begitu? Benarkah demikian?"

"Apa yang telah dia lakukan? Dia membalikkan halaman dari buku Kehidupan dan dia membaca dan mempelajari misteri-misteri baru. Tidak ada yang lain. Dia mendahului kalian, sebab dia tidak berhenti untuk memikirkan setiap hambatan, untuk menimbang setiap kesulitan, untuk menghitung setiap keuntungan. Dia tidak lagi melihat dunia. Dia melihat Terang, dan pergi kepadanya. Tanpa berhenti. Tetapi, biarkan dia sendiri. Jiwa-jiwa yang terbakar dengan nyala yang terlebih berkobar janganlah diganggu dalam semangat mereka yang membahagiakan dan membakar. Kalian harus membiarkannya terbakar. Itu adalah sukacita tertinggi dan upaya tertinggi. Allah menganugerahkan kepada mereka saat-saat kegelapan sebab Ia tahu bahwa panas yang dahsyat itu membunuh jiwa-jiwa yang halus, apabila jiwa-jiwa itu terpapar pada sinar matahari yang terus-menerus. Allah menganugerahkan embun keheningan dan mistik kepada jiwa-jiwa halus macam itu, seperti Ia menganugerahkannya kepada bunga-bunga liar. Biarlah si atlit kasih beristirahat, ketika Allah mengijinkannya untuk beristirahat. Teladanilah para instruktur gimnastik yang memberikan istirahat yang seharusnya kepada murid-murid mereka… Apabila kalian tiba di mana dia telah tiba, dan melampauinya, sebab keduanya kalian dan dia akan pergi melampaui tahap itu, kalian akan menyadari perlunya hormat, hening dan terang temaram yang dirasakan jiwa-jiwa ketika mereka menjadi mangsa Kasih dan alatnya. Janganlah berpikir: 'Aku akan senang dikenal, dan Yohanes adalah seorang bodoh, sebab jiwa-jiwa sesama kita, seperti jiwa-jiwa anak-anak, ingin tertarik oleh perbuatan-perbutan ajaib.' Tidak, apabila kalian di sana, kalian akan memiliki kerinduan yang sama akan keheningan dan terang temaram seperti yang dimiliki Yohanes sekarang. Dan ketika Aku tidak akan ada lagi di tengah kalian, ingatlah bahwa ketika kalian harus memberikan penilaian pada suatu pertobatan atau kemungkinan kekudusan, kalian harus selalu menggunakan kerendahan hati sebagai ukuran. Jika seorang masih sombong, janganlah percaya bahwa dia sudah bertobat. Dan apabila kesombongan bertahta dalam diri seorang, yang bahkan mungkin disebut sebagai 'seorang kudus', kalian dapat yakin bahwa dia bukanlah seorang kudus. Dia mungkin berkoar-koar dan secara munafik berperan sebagai seorang kudus dan dia berpura-pura mengerjakan perbuatan-perbuatan ajaib. Tetapi dia bukanlah seorang kudus. Penampilannya adalah kemunafikan, perbuatan-perbuatan ajaibnya adalah setani. Sudah mengertikah kalian?"
Selengkapnya silakan baca "Injil Sebagaimana Diwahyukan Kepadaku" [Puisi Manusia-Allah]





"Publikasikan karya ini [Puisi Manusia-Allah] seperti apa adanya. Tidaklah perlu memberikan pendapat mengenai asal-usulnya, apakah luar biasa atau tidak. Barangsiapa membacanya akan mengerti."

~ Paus Pius XII

Instruksi disampaikan di Vatican di hadapan saksi-saksi resmi pada tanggal 26 Februari 1948. Patut dicatat, approval Paus Pius XII ini lebih dari sekedar Imprimatur.
(pontifikat: 1939-1958)




"INJIL SEBAGAIMANA DIWAHYUKAN KEPADAKU"
(PUISI MANUSIA-ALLAH)

oleh: Maria Valtorta


Puji Syukur kepada Allah Yang Mahabaik! Fondazione Maria Valtorta CEV onlus (Yayasan Maria Valtorta CEV), Italia, pemegang hak cipta dari semua karya Maria Valtorta, melalui penerbit resminya, Centro Editoriale Valtortiano srl, Italia, berkenan memberikan ijin khusus kepada YESAYA untuk menerjemahkan tulisan-tulisan Maria Valtorta ke dalam Bahasa Indonesia dan mempublikasikannya secara free online di website Yesaya. Semua karya Maria Valtorta, termasuk terjemahan dalam bahasa Indonesia ini, ada di bawah copyright CEV. Hak Cipta dilindungi Undang-undang. Dilarang memperbanyak karya tulis ini dalam bentuk dan dengan cara apa pun, termasuk fotokopi, tanpa izin tertulis dari penerbit.

Dengan diberikannya ijin khusus ini oleh CEV, Yesaya akan segera memulihkan deleted links ke bab-bab awal "Injil Sebagaimana Diwahyukan Kepadaku". Mohon dukungan doa untuk pelayanan ini.    


III. TAHUN KEDUA YESUS DI HADAPAN PUBLIK
220.
Yesus di Magdal-Gad Membakar Habis Berhala Kafir
221.
Pengajaran kepada Para Rasul dalam Perjalanan ke Yabneel                
222.
Menuju Modin
223.
Yesus Berbicara kepada Para Penyamun
224.
Tiba di Bether
225.
Si Lumpuh di Kolam Betesda
...




Setahun sebelum wafat Padre Pio, seorang perempuan bernama Ny Elisa Lucchi menanyakan kepadanya apakah ia menganjurkannya membaca "Puisi Manusia-Allah" oleh Maria Valtorta. Padre Pio menjawab, "Aku tak hanya menganjurkannya, aku mendesakmu untuk membacanya!"

Pater Leo, yang menjadi imam pribadi Beata Teresa dari Calcutta selama tiga tahun, memperhatikan bahwa sang biarawati selalu membawa tiga buku bersamanya, ke manapun ia pergi. Yang satu adalah Kitab Suci dan yang lain adalah Brevir. Pater Leo menanyakan buku yang ketiga, dan itu adalah "Puisi Manusia-Allah" oleh Maria Valtorta. Ia menanyakan kepada Moeder Teresa buku tentang apa itu, dan sang beata mengatakan kepadanya "Bacalah." Sang imam bertanya lagi, dan ia menanggapi dengan jawaban yang sama, "Bacalah." Lebih lanjut, pada tahun 1996, Beata Teresa mengajukan satu permintaan pribadi kepada seniman Susan Conroy untuk menggambarkan lukisan Bunda Maria sebagaimana Ia tampak menurut penggambaran Maria Valtorta.

Penglihatan dan Dikte Yesus kepada Uskup Agung Don Ottavio Michelini, "Aku telah mendiktekan kepada Maria Valtorta, suatu jiwa yang berkurban, suatu karya yang mengagumkan. Mengenai karya ini, Aku-lah Pengarangnya."

Vicka Ivankovic-Mijatovic, Visionaris Medjugorje: "Bunda Maria mengatakan bahwa jika seorang ingin mengenal Yesus dia hendaknya membaca Puisi Manusia-Allah oleh Maria Valtorta. Buku itu adalah kebenaran." (Wawancara dengan Attorney Jan Connell dari Pittsburgh Center for Peace, 27 Januari 1988)




2 OKTOBER: PESTA PARA MALAIKAT PELINDUNG

Kisah berikut dikutip dari buku "Send Me Your Guardian Angel", yang menceritakan hubungan Padre Pio dengan para malaikat, sebagaimana ditulis oleh P. Alessio Parente, OFMCap., yaitu Padre yang merawat Padre Pio pada tahun-tahun terakhir hidupnya.

Cecil Humprey-Smith, seorang pria terpandang dari Inggris, adalah putera rohani Padre Pio. Dalam kunjungannya ke Italia, Cecil mengalami kecelakaan mobil dan terluka parah. Seorang teman berinisiatif mengirimkan telegram kepada Padre Pio untuk memohon doa bagi Cecil. Ketika dia menyerahkan telegram, petugas kantor pos memberikan telegram balasan dari Padre Pio yang berisi bahwa Padre pasti akan mendoakan pulihnya kesehatan Cecil.

Segera sesudah pulih kembali, Cecil dan temannya mengunjungi Padre Pio untuk berterima kasih. Mereka ingin tahu, bagaimana Padre mengetahui perihal kecelakaan itu dan bagaimana telegram bisa sampai dalam waktu yang sangat singkat. Dengan berkelakar Padre Pio menjawab: "Apa menurutmu para malaikat berjalan perlahan seperti pesawat?"

Tuhan memberikan pencerahan kepada Padre Pio untuk mengetahui ketika anak rohaninya berada dalam bahaya maut, dan seperti biasa, Padre mengirimkan Malaikat Pelindungnya untuk menyampaikan doa dan perlindungannya. (Sumber: Buletin "Komunitas Sahabat Padre Pio"; kompadrepio.blogspot.com. Catatan: Bagi mereka yang membutuhkan informasi tentang Padre Pio dan copy doa-doa yang beliau daraskan tiap hari, silakan menghubungi: kompadrepio@gmail.com; Facebook Sahabat Padre Pio)

Padre Pio meminta kita untuk mendoakan doa harian yang indah ini:

 Doa kepada Malaikat Pelindung oleh St Padre Pio
 Penyerahan Diri kepada Malaikat Pelindung
 St Padre Pio dan Malaikat Pelindung




7 OKTOBER: SP MARIA RATU ROSARIO






Updated


Kesaksian Catalina (Katya) Rivas
Stigmatis, Visionaris







Yang Baru:
 Kaplet kepada St Yudas Tadeus

Yang Tetap:
 EDISI YESAYA SEBELUMNYA
 ALLAH TRITUNGGAL MAHAKUDUS
 GEREJA KATOLIK (Hierarki, Magisterium, …)
 SAKRAMEN & SAKRAMENTALI
 SAKRAMEN EKARISTI (Perayaan Ekaristi, Komuni Kudus, Adorasi, Mukjizat, Kesaksian …)
 KITAB SUCI, KEUTAMAAN, SPIRITUALITAS & KOMUNITAS KRISTIANI
 MASA ADVEN & NATAL
 MASA PRAPASKAH & PASKAH
MENGUNJUNGI GEREJA KATOLIK (Tempat Ibadat, Perangkat Liturgis,…)
 SERBA-SERBI IMAN KATOLIK
 DOA & DEVOSI (Macam2 Doa, Devosi, Meditasi, …)
 BUNDA MARIA (Dogma, Devosi, Penampakan, …)
 ST YOSEF, PARA MALAIKAT & PARA KUDUS
 RIWAYAT SANTA & SANTO
 ZIARAH IMAN BERSAMA PARA KUDUS
 HIDUP MANUSIA (Keluarga, Feminisme, Seksualitas, Kontrasepsi, Aborsi, Eutanasia, Kematian, …)
 KEHIDUPAN SESUDAH MATI (Api Penyucian, Surga, Neraka, …)
 KATEKESE (berbagai topik)
 SUARA GEMBALA
 ANDA BERTANYA, KAMI MENJAWAB
 TANYA JAWAB IMAN KATOLIK
 YANG MENARIK & YANG LUCU


Kontak Webmaster : yesaya@indocell.net






Website Media Bina Iman Katolik YESAYA
Sejak November 2000
Last updated : Oktober 2017